Rabu, 28 November 2012

Saatnya Balas Malaysia di Kandang Mereka

Jakarta - Dua tahun lalu, dengan segala drama di dalam dan luar lapangan, Stadion Nasional Bukit Jalil menghadirkan mimpi buruk buat Indonesia. Kekalahan mengejutkan 0-3 jadi awal dari berlanjutnya hampa gelar 'Skuat Garuda'.

Setelah tiga kesempatan sebelumnya masuk final tapi gagal jadi juara, tahun 2010 menyimpan harapan tinggi buat Indonesia untuk akhirnya bisa membawa trofi Piala AFF ke tanah air. Bambang Pamungkas dkk. ketika itu memang tampil sangat baik, mereka meraih hasil 100% kemenangan sedari fase grup hingga semifinal. Selisih gol yang dipunya skuat besutan Alfred Riedl ketika itu juga fantastis, 15:2.

Maka lawatan ke Malaysia untuk menjalani leg pertama babak final pun disambut dengan antusiasme dan kepercayaan diri tinggi. Apalagi di fase grup Indonesia memetik kemenangan mutlak 5-1 atas lawan yang sama. 

Publik, dan media, menjadi sangat tergila-gila dengan Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Okto Maniani dan tentunya Firman Utina serta M.Ridwan. Mereka percaya kalau bintang-bintang yang mengilap terang selama berlaga di GBK itu bakal bisa membawa pulang hasil bagus dari kunjungan ke Malaysia.

Lalu tibalah hari itu, Minggu 26 Desember 2010, di Stadion Nasional Bukit Jalil. Ratusan suporter Indonesia yang berangkat ke Malaysia berhasil memerahkan sebagian tribun stadion berkapasitas 110.000 tempat duduk itu. Seperti saat di GBK, dukungan suporter Indonesia tak surut oleh intimidasi yang diberikan puluhan ribu pendukung tuan rumah. Yel-yel dukungan terus diberikan pada Bepe cs.

Saat laga dimulai, intimidasi yang dilakukan fans tuan rumah tak cuma berupa teriakan-teriakan. Berikutnya muncul lah insiden -- yang kemudian dijadikan kambing hitam sebagai salah satu penyebab utama kekalahan Indonesia -- saat sinar-sinar laser mengarah ke kiper Markus Horison. Penjaga gawang berkepala plontos itu sempat mengajukan protes pada wasit, namun itu jelas tak membuat 'serangan' padanya berkurang, apalagi hilang.

Setelah bermain 0-0 di babak pertama, insiden sinar laser kembali terjadi di awal babak kedua. Ini membuat pertandingan sempat dihentikan, karena sebelumnya diumumkan kalau aksi menembak sinar laser akan membuat laga sepenuhnya disetop.

Keputusan menghentikan pertandingan sementara dapat protes dari kubu tuan rumah, wasit pun melanjutkan laga setelah sempat terjadi negosiasi selama lima menit. Entah lengah karena aksi sinar laser tersebut atau memang Malaysia melihat celah di barisan belakang Indonesia, gawang Indonesia dijebol Mohd Safee Sali sekitar satu menit setelah restart.

Indonesia kemudian tak mampu bangkit untuk membalas gol tersebut. Sebaliknya, Mohd Ashaari Shamsuddin dan Safee Sali malah menambah keunggulan tuan rumah. Saat wasit meniup peluit tanda laga usai, skor akhir menunjuk angka 3-0. Indonesia kalah. Kemenangan 2-1 yang diraih saat gantian berlaga di Senayan tak cukup buat Indonesia meraih trofi Piala AFF pertamanya.

Ada banyak cerita dan rumor yang kemudian muncul setelah pertandingan tersebut. Soal serangan laser fans Malaysia adalah salah satunya, yang lain menyebut ada 'campur tangan' pihak luar yang punya peran besar dalam penentuan hasil akhir pertandingan. Sampai kini semua rumor-rumor tersebut jadi kabar yang tak terkonfirmasi.

Dan hampir dua tahun setelah pertandingan tersebut, Indonesia akan menghadapi Malaysia di tempat yang sama. Levelnya tak setinggi 2010 di mana kedua tim berhadapan di partai final, tapi tetap saja pertandingan dua negara serumpun ini akan berjalan sengit dan panas, Sabtu (1/12/2012) lusa.

Laga terakhir di Grup B ini juga punya nilai hidup-mati buat kedua tim. Malaysia wajib menang untuk bisa lolos ke semifinal, sementara Indonesia cukup main imbang untuk mengamankan tiket empat besar. Dengan beberapa kondisi berupa selisih gol, kekalahan malah bisa tetap meloloskan tim besutan Nil Maizar.
Tapi imbang, apalagi kalah, jelas bukan pilihan. Ini adalah pertandingan penuh gengsi. Kemenangan perlu didapat untuk memastikan kelolosan. Tiga poin harus diraih untuk membalas apa yang terjadi di Bukit Jalil dua tahun lalu. 

Sumber

Durant Pimpin Thunder Atasi Rockets


Oklahoma City - Kevin Durant tampil cemerlang untuk mengantar Oklahoma City Thunder meraih kemenangan atas Houston Rockets. Sementara itu, Washington Wizards akhirnya meraih kemenangan pertamanya di musim ini.

Dalam pertandingan di Chesapeake Energy Arena yang selesai Kamis (29/11/2012) siang WIB, Thunder mengawali laga dengan baik. Kuarter pertama ditutup dengan angka 27-25 untuk keunggulan Thunder.

Thunder makin dominan di kuarter kedua. Runner up NBA musim lalu mencetak 30 poin dan memimpin 57-45.

Kuarter ketiga masih menjadi milik Thunder dengan keunggulan 86-74. Thunder makin melesat di kuarter terakhir dengan mencetak 34 angka dan memastikan kemenangan 120-98.

Durant menjadi top performer dengan sumbangan 37 poin dan tujuh rebound. Sementara dari kubu Rockets, Patrick Patterson menjadi penampil terbaik dengan torehan 27 poin dan enam rebound.

Dari wilayah timur, Wizards yang belum pernah menang di 12 laga di musim ini akhirnya memetik kemenangan pertamanya. Wizards memenangi duel ketat dengan Portland Trail Blazers dengan skor 84-82.

Setelah Blazers unggul di kuarter pertama, skor kedua tim kemudian imbang 43-43 di akhir kuarter kedua. Wizards kemudian bangkit di kuarter ketiga dengan mencetak 25 angka dan berbalik unggul 68-59.

Di kuarter keempat, skor imbang 82-82 sempat terjadi saat paga menyisakan 39 detik. Namun free throw Emeka Okafor memastikan kemenangan 84-82 untuk Wizards.

J. J. Hickson menjadi penampil terbaik dari kubu Blazers dengan sumbangan 15 poin dan 19 rebound. Sementara dari kubu Wizards, Trevor Ariza menjadi top performer dengan 14 poin dan lima rebound.

Hasil NBA, Kamis (29/11/2012) siang WIB:

WASHINGTON 84 Portland 82
San Antonio 110 ORLANDO 89
Brooklyn 95 BOSTON 83
ATLANTA 94 Charlotte 91
DETROIT 117 Phoenix 77
CHICAGO 101 Dallas 78
NY Knicks 102 MILWAUKEE 88
MEMPHIS 103 Toronto 82
Utah 96 NEW ORLEANS 84
OKLAHOMA CITY 120 Houston 98
LA CLIPPERS 101 Minnesota 95

Sumber

Renungan Harian : MAJU ATAU MUNDUR?


Maju Atau Mundur
Seorang pembalap motor sedang berlatih di lintasan jelang perlombaan tingkat dunia. Pada akan meluncur ke lintasan, ada seorang anak kecil yang ternyata adalah anaknya mendekatinya kemudian bertanya.
Anak : Ayah.. kemana ayah akan mengemudikan motor ini?
Ayah : Ayah akan turun kelintasan nak. Ayah akan berjalan maju dan mengemudikan motor ini ke depan. Bila ayah berhenti atau bahkan mundur, maka ayah akan kalah dalam pertandingan.
Anak : Apakah ayah akan menang?
Ayah : Semua pejuang akan menang nak. Setidaknya mereka masih ada dalam lintasan, terus bergerak maju sampai menemukan garis finisnya masing-masing.
Anak : Yah, apakah ayah melalui lintasan itu dengan baik?
Ayah : Tentu saja. Bila ada hambatan maka ayah akan melaluinya dengan baik.
Anak : Aku percaya padamu yah.. Ayah pasti akan memang.
Saat ini kita sedang berada di lintasan. Kita sedang ada di sebuah arena perlombaan. Kita harus bergerak maju bila ingin mencapai garis finis. Bila kitab ingin meraih hadiah maka selesaikan perlombaan ini dengan baik.
Tak ada kata menyerah atau berbalik arah dalam suatu perlombaan. Garis finis selalu berada di depan dan bukan di belakang. Begitu pula masa depan berada di depan karena yang berada di belakang adalah masa lalu.
Kita hanya perlu menyelasaikan perlombaan ini dengan baik dan menemukan garis finis kita. Dan jadilah pemenang dalam stiap tantangan yang disuguhkan oleh dunia kepada kita.
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
2 Timotius 4:7

Senin, 26 November 2012

Rombongan Anggota DPR Berangkat ke Gaza Malam Ini

Komisi I DPR bidang Pertahanan dan Luar Negeri akan segera bertolak ke Gaza dan negara-negara di sekitar Palestina pada Senin 26 November 2012 malam ini.Komisi I akan membawa 12 orang dalam rombongannya yang terdiri dari anggota dewan serta wartawan untuk membawa misi perdamaian Palestina dengan Israel.Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, mengatakan, perjalanannya tak langsung menuju Gaza. Tujuan pertamanya, adalah Kairo, Mesir. Di sana, rombongan itu akan bertemu dengan Perdana Menteri dan Komisi Luar Neger Parlemen Mesir. Kunjungan ke Mesir dilakukan karena negara itu dinilai memiliki peran yang semakin penting dalam mencari solusi konflik Palestina-Israel.Dari Kairo, rombongan ini akan menuju Gaza dan direncanakan bertemu langsung dengan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyya. Di Gaza, Komisi I akan mengunjungi rumah sakit bantuan rakyat Indonesia dan akan menyerahkan bantuan dana."Kami juga akan mengunjungi masyarakat Indonesia, melihat secara langsung kerusakan yang diakibatkan serangan Israel dan serahkan bantuan dari masyarakat Indonesia," kata Mahfudz.Selanjutnya, rombongan Komisi I juga akan bertolak ke Amman, Yordania, untuk bertemu dengan Duta Besar RI di Amman yang juga membawahi Palestina untuk mengkonfirmasi rencana pemerintah membuka kantor perwakilan RI di Palestina. Keberadaan kantor perwakilan sangat penting artinya bagi penguatan dukungan politik Indonesia dan bagi eksistensi negara Palestina merdeka.Di Amman, delegasi juga akan bertemu dengan ketua parlemen Palestina dan pejabat pemerintah Jordania. Kemudian, delegasi akan masuk ke Ramallah untuk bertemu dengan Presiden Mahmud Abbas dan parlemen Palestina.Komisi I juga rencananya akan mendatangi Israel. Namun, Mahfuz mengakui pihaknya hingga saat ini belum melakukan komunikasi dengan pemerintah Israel. "Secara resmi kami belum ada pembicaraan dengan pemerintah Israel, tapi kami coba komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang beragam lintas agama dan lintas ideologi juga," kata Mahfudz.

Sumber

Nokia Asha 205 dan 206 Resmi Meluncur

Nokia baru saja mengumumkan dua ponsel seri Asha terbaru yaitu seri 205 dan 206. Kedua ponsel S40 tersebut memiliki varian dual-SIM dan akan menjadi salah satu pengganti seri Asha 201 yang ditargetkan sebagai ponsel terjangkau.Asha 205 memakai layar 2.4 inci dengan resolusi 320 x 240 piksel. Di dalamnya terdapat memori 64MB, ditambah kamera 0.3 MP yang bisa merekam gambar VGA dan video QCIF. Selain itu Asha 205 juga dilengkapi papan ketik full-QWERTY. Asha 206 juga memakai layar 2.4 inci resolusi QVGA, namun memiliki kamera 1.3 MP. Memori internalnya 64MB dengan papan ketik alfanumerik non-QWERTY. Keduanya juga dilengkapi slot microSD untuk menambah memori terpasang.Kedua ponsel memiliki fitur koneksi Nokia Slam yang memungkinkan berbagi secara cepat lewat Bluetooth tanpa perlu pairing. Slam memakai Bluetooth 2.1 atau di atasnya dan bisa dipakai di beberapa platform kecuali Windows Phone dan iOS.

Sumber

Endra Cuma Dihukum Satu Pertandingan

Kuala Lumpur - Kabar baik untuk timnas Indonesia di Piala AFF 2012. Kiper Endra Prasetya yang terkena kartu merah saat melawan Laos diputuskan cuma mendapatkan sanksi bermain satu kali.Endra diusir dari lapangan di menit ke-29 dalam duel Indonesia-Laos hari Minggu (25/11/2012) kemarin, yang juga menyebabkan Indonesia diganjar hukuman penalti. Kiper cadangan Wahyu Tri Nugroho kemudian diturunkan, menggantikan Okto Maniani.Biasanya pemain yang langsung dikartu merah akan mendapatkan skorsing dua pertandingan. Endra pun sempat diperkirakan absen saat Indonesia menghadapi Singapura dan Malaysia.Namun, hari ini pihak AFF menyatakan bahwa Endra hanya dikenakan larangan bermain satu kali. Menurut General Coordinator AFF, Tin Aung, kasus Endra berbeda. Dalam laporan wasit yang memimpin laga, pelanggarannya dinilai tidak serius. Oleh karenanya, dia hanya akan dihukum satu laga."Untuk kasus kiper Indonesia, hanya dihukum satu pertandingan. Karena itu berdasarkan wasit yang memimpin pertandingan," kata Aung di Kuala Lumpur, Senin (26/11/2012) sore."Dalam laporan, itu bukanlah pelanggaran serius," lanjutnya.Dengan demikian, Endra hanya akan absen dalam laga melawan Singapura, Rabu (28/11). Pelatih Nil Maizar hanya membawa dua penjaga gawang ke Malaysia, yakni Endra Dan Wahyu Tri.

Sumber

Kekacauan di Lini Belakang Indonesia dan Short Counter Attack Laos

Jakarta - Duet bek tengah Indonesia terlihat menjadi titik lemah Indonesia saat melawan Laos. Duet Wahyu Wijiastanto dan Novan Setya seperti tak tahu harus berbuat apa di atas lapangan selain melanggar dan melakukan clear.Indonesia memulai laga di Bukit Jalil National Stadium pada Minggu (25/11/2012) malam tadi dengan formasi standar 4-4-2 . Taufiq dan Tonnie Cusell menjadi double pivot, dengan Cusell yang difungsikan sebagai katalisator tim dan Taufiq yang lebih cenderung fokus sebagai breaker ketika Laos sudah memasuki final third Indonesia.Formasi ini berjalan setidaknya dalam 15-20 menit babak pertama. Penetrasi kilat Andik Vermansah yang menempati spot favoritnya di flank kanan kerap merepotkan sisi kiri Laos. Irfan Bachdim bahkan bisa saja membuat Indonesia unggul di menit ke-10 jika berhasil memanfaatkan bola rebound-nya sendiri, yang merupakan hasil dari crossing datar Andik.Tetapi, Laos 2012 bukanlah Laos yang selalu kalah dari Indonesia dalam lima pertemuan terakhir di Piala AFF. Merasa sudah cukup tertekan, tim asuhan Kokichi Kimura ini langsung melakukan serangan short Counter Attack (kecepatan tinggi) ke wilayah pertahanan Indonesia melalui through pass-through pass tajam yang membelah duet Wahyu dan Novan.Lambannya antisipasi Novan dan Wahyu tersebut akhir membuat petaka untuk Indonesia di menit ke-25, ketika kiper Endra Prasetya mendapat kartu merah dari wasit Lam Ng Kai karena melanggar Khampheng Sayavutthi di area kotak terlarang. Laos pun mendapat penalti.Akibat kartu merah ini, Oktovianus Maniani harus ditarik keluar, digantikan kiper cadangan Wahyu Tri Nugroho. Sayang, kiper Persiba itu masih gagal menahan eksekusi dingin Sayavutthi. Ketinggalan 1-0 oleh Laos dan bermain dengan 10 pemain? Tanpa bermaksud merendahkan Laos, tapi ini jelas pemandangan langka bagi Indonesia.Sejatinya tak cuma Novan dan Wahyu yang layak disorot kinerjanya atas penalti tersebut. Secara keseluruhan, performa back fourIndonesia dalam mengantisipasi through pass Laos memang terlihat buruk dan cenderung hanya memanfaatkan keunggulan postur semata.Sejak awal pertandingan, Nil Maizar sudah menerapkan high line defence. Tapi, back four Indonesia yang berisi kuartet Handi Ramdhan, Raphael Maitimo, serta Novan dan Wahyu, selalu saja gagal menerapkan perangkap offside. Hal tersebut terasa ironis, sebab pemahaman offside dalam high line defence merupakan logika dasar.Bermain dengan 10 pemain, Nil kemudian mengubah pola menjadi 3-4-1-1. Raphael, yang semula menempati full back kanan, ditarik agak ke atas oleh Nil. Dapat dikatakan, Raphael memang satu-satunya dari back four Indonesia yang bermain dengan performa menawan. Terlebih, Andik yang berada di flank kanan juga cenderung kurang rajin turun membantu pertahanan di babak pertama.Ada dua asumsi dari keputusan Nil tersebut. Pertama, agar Raphael dapat langsung melakukan intersep jika Andik kehilangan bola. Kedua, Andik berubah fungsi dari sekedar flank-pengumpan, menjadi cut inside forward, maka Raphael pun diplot sebagai defensive winger.Benar saja, tak perlu waktu lama, sekitar lima menit berselang, penetrasi Andik akhirnya memakan korban dari pihak Laos. Sopha Saysana harus mendapat kartu merah karena menjegal Andik dengan tekel yang kelewat keras. Jumlah pemain jadi sama: 10. Dan Indonesia pun dapat menyamakan kedudukan berkat tandukan Raphael di menit 41 berkat assist Cussell dari tendangan penjuru.Setelah bermain seakan nyaris tanpa pola di babak pertama, Nil kemudian melakukan eksperimen dengan menggantikan Bambang Pamungkas dengan Vendry Mofu pada menit ke-64. Cussell lalu diplot sebagai false 9 di area terdepan.Pemandangan langka terlihat dalam diri Bachdim. Dengan eksperimen ini, Nil mengondisikan Bachdim sebagai pseudo-midfieldyang terus menerus melakukan rotasi di setiap area. Secara prinsip, Bachdim bermain free role, tetapi konstentrasi permainan Indonesia secara teknis bertumpu kepadanya. Ini jelas posisi yang tak biasa bagi Bachdim.Akan tetapi, Nil seakan lupa bagaimana lemahnya koordinasi lini belakangnya. Masih dengan pola short counter attack, melakukan umpan satu-dua dan sedikit penetrasi, Laos kembali unggul lewat pemain pengganti Keoviengphet di menit ke-81. Dengan staminanya yang masih segar, Keoviengphet dengan mudah melewati Novan.Eksperimen Nil pun dipertanyakan. Terlebih stamina Cussell kian menurun, ia pun menjadi lebih sering melakukan salah passing dan gerakannya lebih mudah terbaca. Sayangnya, Nil tak juga mengganti Cussell. Sepertinya Nil masih percaya bahwa Cussell akan kembali memberikan servis bagus melalui bola mati.Akan tetapi, justru Bachdim-lah yang mencuri perhatian dengan posisi barunya. Di menit ke-89, pemain keturunan Belanda-Indonesia itu memberikan long ball kepada Andik yang langsung melakukan tembakan ke gawang. Sengphachan Bountisanh sempat menepisnya, tapi sejurus kemudian ada Mofu yang melakukan rebound.Indonesia memang selamat, skor berakhir 2-2. Tapi dengan kondisi lini belakang yang compang camping seperti itu, ditambah dengan ketidakjelasan pola yang ada, Nil harus melakukan perubahan yang signifikan supaya tim ini bisa tampil lebih bagus saat melawan Singapura, yang secara reputasi dan teknis tetap di atas Laos.

Sumber

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons